Hai Bunda, pernahkah Bunda mendapati si kecil yang menggertak-gertakkan atau menggerus gigi-giginya (grinding) sewaktu tidur? Kebiasaan ini dinamakan sleep bruxism. Sleep bruxism adalah suatu aktivitas parafungsi yang bersifat nokturnal dan dapat memberikan efek buruk seperti atrisi pada gigi-gigi si kecil, sehingga dapat mengurangi kapasitas stabilisasi antar cusp (tonjolan atau bagian ujung gigi). Sleep bruxism dihubungkan dengan fenomena otonom dan diklasifikasikan sebagai gangguan gerakan yang berhubungan dengan tidur (sleep movement disorder) menurut International Classification of Sleep Disorders.
CIRI FISIK GIGI BRUXISM
Kondisi ini dapat menyebabkan keausan gigi yang ditunjukkan dengan adanya faset pada gigi dengan variasi ringan hingga berat, dapat terlokalisir atau ditemukan pada hampir seluruh gigi. Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini juga dapat menyebabkan trauma pada gigi dan jaringan pendukungnya seperti sakit saat mengunyah, hipersensitif, gigi goyang, gigi patah, dan nyeri pada sendi rahang.
BRUXISM PADA ANAK
Kejadian sleep bruxism pada umumnya terjadi sekitar 1 tahun segera setelah gigi-gigi seri susu tumbuh dan akan berkurang seiring dengan pertumbuhan anak. Meskipun demikian, kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas kehidupan si kecil khususnya dalam masalah gigi dan mulut. Karena sleep bruxism jangka panjang yang tidak ditangani dapat mengikis lapisan email gigi, dentin, bahkan hingga terbukanya pulpa/saraf gigi.
PERIKSA KE DOKTER GIGI
Oleh sebab itu, pemeriksaan dini menjadi hal yang sangat penting dilakukan ya Bun. Dokter gigi anak memegang peranan penting dalam mengendalikan parafungsi ini dan menentukan kemungkinan faktor penyebab khususnya berdasarkan gejala dan keadaan intra oral pasien.
Yuk konsultasikan dengan Dokter Gigi Anak dari Identistree. Jangan tunggu hingga sakit ya!
Ditulis oleh: drg. Meutia Dienda, Sp. KGA.